Senin, 04 Juni 2012
Do’a Sang Pengantin
Ya Allah,
Andai kau berkenan, limpahkanlah kepada kami cinta
Yang kau jadikan pengikut rindu rasulullah dan siti khadijah al-sulira
Yang kau jadikan mata air kasih sayang imam ali dan fatimah azzahra
Yang kau jadikan penghias keluarga nabi-mu yang suci…
Ya Allah
Andai semua itu tak layak bagi kami,
Maka cukupkanlah permohonan kami dengan ridho-mu,
Jadikan kami suami isteri yang saling mencintai di kala dekat,
Saling menjaga kehormatan di kala jauh,
Saling menghibur di kala duka,
Saling mengingatkan di kala bahagia,
Saling mendo’akan dalam kebaikan dan ketaqwaan,
Saling menyempurnakan didalam ibadah…
Ya Allah
Sempurnakannlah kebahagian kami
Dengan menjadikan perkawinan ini sebagai ibadah kepada-mu
Dan bukti pengikatan cinta kami kepada sunnah rasul-mu
Amin ya rabbal ‘alamin
Kontributor: Nurman E. Hardiansyah Nurman.Hardiansyah@snsgroup.co.id
------------
Jambi, Mei 2006
Kisah Bakti Salafush Shalih kepada Kedua Orang Tua Mereka
1. Dari Dawud bin Qais, dia berkata, “Abu Murrah pernah mengabarkan kepadaku bahwa bila Abu Hurairah radhiyallaHu ‘anHu hendak pergi, setelah mengenakan pakaian dia datang kepada ibunya lalu berkata, ‘Semoga keselamatan dan keberkahan terlimpah kepadamu wahai ibu. Semoga engkau mendapatkan balasan kebaikkan dari Allah karena engkau telah memeliharaku’, kemudian bila pulang dia pun mengatakan seperti itu” (HR. al Bukhari dalam Adabul Mufrad)
2. Dari Mundzir ats Tsauri, dia berkata, “Muhammad bin al Hanafiyah biasa menyisir rambut ibunya” (Kitab Al Birr wa Shilah no. 34)
3. Abdullah bin Ja’far al Maruzi berkata, “Muhammad bin Basyir pernah berkata, ‘Pernah saya bermaksud untuk keluar (dari Bashrah), namun ibu saya melarang. Saya pun menaati larangan ibuku. Karena ketaatanku itu saya mendapatkan berkah’” (Kitab Siyar A’lam an Nubala XII/145)
4. Muhammad bin Munkadir berkata, “Pernah semalaman saya memijat kaki ibuku, sementara saudaraku, Umar, waktu itu semalaman juga melakukan shalat. Saya tidak menganggap amalan malam Umar lebih baik dari amalan malamku” (Kitab Siyar A’lam an Nubala V/405)
5. Abu Ishaq ar Riqqi al Hambali, ketika menyebutkan biografi Abdullah bin Aun berkata, “Pernah suatu ketika dia dipanggil oleh ibunya. Tanpa disadari dia mengeraskan suara melebihi suara ibunya. Karena hal tersebut dia membebaskan 2 orang budak” (Kitab Ahsan al Mahasin hal. 348)
6. Ibnu Abbas radhiyallaHu ‘anHu pernah berkata, “Sesungguhnya Allah menghapus hukuman terhadap Sulaiman bin Dawud ‘alaiHis salam berkenaan dengan kasus burung hud – hud disebabkan dia berbuat baik kepada ibunya” (Kitab Bahjah al Majalis hal. 759)
7. Berkata Anas bin an Nadhar al Asyja’i, “Suatu malam ibu Ibnu Mas’ud radhiyallaHu ‘anHu meminta air. Ibnu Mas’ud pun mengambil air, lalu dibawa kepada ibunya. Ternyata ibunya telah tertidur, maka dia pun berdiri menunggui ibunya hingga pagi” (Kitab Birrul Walidain hal. 550)
8. Muhammad bin al Munkadir pernah meletakkan pipinya ke tanah, lalu berkata kepada ibunya, “Bangkit dan letakkanlah kakimu di atas pipiku” (Kitab Siyar A’lam an Nubala V/356)
9. Suatu saat ketika Manshur bin al Mu’tamir duduk – duduk di rumahnya, tiba – tiba ibunya memanggil dengan nada yang agak kasar, “Wahai Manshur, anak laki – laki Hubairah, aku membutuhkan kamu untuk suatu urusan, apakah kamu enggan !?”. Manshur menempelkan jenggot pada dadanya, sedikit pun dia tidak berani mengangkat kepalanya dan menghadapkan wajah kepada ibunya. (Kitab Siyar A’lam an Nubala V/359)
10. Suatu ketika Ibnul Hasan at Tamimi hendak membunuh kalajengking, tetapi kalajengking itu masuk ke lubang. Dia memberanikan diri memasukkan jari – jarinya ke dalam lubang tersebut meskipun harus rela disengat. Orang – orang berkata kepadanya, “Kamu ini bagaimana !?”. Dia menjawab, “Saya khawatir kalajengking tadi keluar, lalu merayap ke tempat ibuku dan menyengatnya” (Kitab Tahdzib Siyar A’lam an Nubala hal. 541)
11. Suatu ketika Umar ditanya, “Bagaimana bentuk bakti anakmu kepadamu ?”, Umar menjawab, “Setiap kali berjalan di siang hari bersamaku, dia selalu berjalan di belakangku dan setiap kali berjalan di malam hari dia bersamaku, dia selalu berjalan di depanku. Begitu pula ketika tidur, dia tidak pernah tidur di atas bila saya berada di bawah” (Kitab ‘Uyun al Akhbar III/97)
12. Usamah radhiyallaHu ‘anHu pernah membeli kurma untuk ibunya walaupun ketika itu harga kurma sangat mahal. Orang – orang berkata kepadanya, “Apa yang membuatmu berani membeli kurma dengan harga 1000 dirham ?”, lalu dia menjawab, “Saya punya prinsip, bila ibu saya meminta sesuatu yang saya mampu memenuhinya pasti akan saya penuhi” (Kitab ath Thabaqat II/527)
13. Orang – orang bertanya kepada Zainal Abidin, “Sungguh kamu adalah orang yang sangat berbakti kepada ibumu. Tetapi kami tidak pernah melihat kamu makan bersama ibumu dalam satu piring ?”, dia menjawab, “Saya khawatir mendahului makan makanan yang hendak dimakan ibu saya, karena menurut saya itu termasuk tindakkan durhaka kepadanya” (Kitab Wafayat al A’yan III/268)
Maraji’ :
Kisah – kisah Teladan Bakti Anak kepada Ibu Bapak, Syaikh Ibrahim al Hazimi, Media Hidayah, Yogyakarta, Cetakan Pertama, Dzulhijjah 1425 H/Maret 2004 M
2. Dari Mundzir ats Tsauri, dia berkata, “Muhammad bin al Hanafiyah biasa menyisir rambut ibunya” (Kitab Al Birr wa Shilah no. 34)
3. Abdullah bin Ja’far al Maruzi berkata, “Muhammad bin Basyir pernah berkata, ‘Pernah saya bermaksud untuk keluar (dari Bashrah), namun ibu saya melarang. Saya pun menaati larangan ibuku. Karena ketaatanku itu saya mendapatkan berkah’” (Kitab Siyar A’lam an Nubala XII/145)
4. Muhammad bin Munkadir berkata, “Pernah semalaman saya memijat kaki ibuku, sementara saudaraku, Umar, waktu itu semalaman juga melakukan shalat. Saya tidak menganggap amalan malam Umar lebih baik dari amalan malamku” (Kitab Siyar A’lam an Nubala V/405)
5. Abu Ishaq ar Riqqi al Hambali, ketika menyebutkan biografi Abdullah bin Aun berkata, “Pernah suatu ketika dia dipanggil oleh ibunya. Tanpa disadari dia mengeraskan suara melebihi suara ibunya. Karena hal tersebut dia membebaskan 2 orang budak” (Kitab Ahsan al Mahasin hal. 348)
6. Ibnu Abbas radhiyallaHu ‘anHu pernah berkata, “Sesungguhnya Allah menghapus hukuman terhadap Sulaiman bin Dawud ‘alaiHis salam berkenaan dengan kasus burung hud – hud disebabkan dia berbuat baik kepada ibunya” (Kitab Bahjah al Majalis hal. 759)
7. Berkata Anas bin an Nadhar al Asyja’i, “Suatu malam ibu Ibnu Mas’ud radhiyallaHu ‘anHu meminta air. Ibnu Mas’ud pun mengambil air, lalu dibawa kepada ibunya. Ternyata ibunya telah tertidur, maka dia pun berdiri menunggui ibunya hingga pagi” (Kitab Birrul Walidain hal. 550)
8. Muhammad bin al Munkadir pernah meletakkan pipinya ke tanah, lalu berkata kepada ibunya, “Bangkit dan letakkanlah kakimu di atas pipiku” (Kitab Siyar A’lam an Nubala V/356)
9. Suatu saat ketika Manshur bin al Mu’tamir duduk – duduk di rumahnya, tiba – tiba ibunya memanggil dengan nada yang agak kasar, “Wahai Manshur, anak laki – laki Hubairah, aku membutuhkan kamu untuk suatu urusan, apakah kamu enggan !?”. Manshur menempelkan jenggot pada dadanya, sedikit pun dia tidak berani mengangkat kepalanya dan menghadapkan wajah kepada ibunya. (Kitab Siyar A’lam an Nubala V/359)
10. Suatu ketika Ibnul Hasan at Tamimi hendak membunuh kalajengking, tetapi kalajengking itu masuk ke lubang. Dia memberanikan diri memasukkan jari – jarinya ke dalam lubang tersebut meskipun harus rela disengat. Orang – orang berkata kepadanya, “Kamu ini bagaimana !?”. Dia menjawab, “Saya khawatir kalajengking tadi keluar, lalu merayap ke tempat ibuku dan menyengatnya” (Kitab Tahdzib Siyar A’lam an Nubala hal. 541)
11. Suatu ketika Umar ditanya, “Bagaimana bentuk bakti anakmu kepadamu ?”, Umar menjawab, “Setiap kali berjalan di siang hari bersamaku, dia selalu berjalan di belakangku dan setiap kali berjalan di malam hari dia bersamaku, dia selalu berjalan di depanku. Begitu pula ketika tidur, dia tidak pernah tidur di atas bila saya berada di bawah” (Kitab ‘Uyun al Akhbar III/97)
12. Usamah radhiyallaHu ‘anHu pernah membeli kurma untuk ibunya walaupun ketika itu harga kurma sangat mahal. Orang – orang berkata kepadanya, “Apa yang membuatmu berani membeli kurma dengan harga 1000 dirham ?”, lalu dia menjawab, “Saya punya prinsip, bila ibu saya meminta sesuatu yang saya mampu memenuhinya pasti akan saya penuhi” (Kitab ath Thabaqat II/527)
13. Orang – orang bertanya kepada Zainal Abidin, “Sungguh kamu adalah orang yang sangat berbakti kepada ibumu. Tetapi kami tidak pernah melihat kamu makan bersama ibumu dalam satu piring ?”, dia menjawab, “Saya khawatir mendahului makan makanan yang hendak dimakan ibu saya, karena menurut saya itu termasuk tindakkan durhaka kepadanya” (Kitab Wafayat al A’yan III/268)
Maraji’ :
Kisah – kisah Teladan Bakti Anak kepada Ibu Bapak, Syaikh Ibrahim al Hazimi, Media Hidayah, Yogyakarta, Cetakan Pertama, Dzulhijjah 1425 H/Maret 2004 M
13 Penawar racun KEMAKSIATAN
Tiga Belas Penawar Racun Kemaksiatan
Berikut ini ada beberapa terapi mujarab untuk menawar racun kemaksiatan.
1. Anggaplah besar dosamu
Abdullah bin Mas'ud radhiallahu anhu berkata, ''Orang beriman melihat dosa-dosanya seolah-olah ia duduk di bawah gunung, ia takut gunung tersebut menimpanya. Sementara orang yang fajir (suka berbuat dosa) dosanya seperti lalat yang lewat di atas hidungnya.''
2. Janganlah meremehkan dosa
Rasulullah shalallahu alaihi wa salam bersabda, ''Janganlah kamu meremehkan dosa, seperti kaum yang singgah di perut lembah. Lalu seseorang datang membawa ranting dan seorang lainnya lagi datang membawa ranting sehingga mereka dapat menanak roti mereka. Kapan saja orang yang melakukan suatu dosa menganggap remeh suatu dosa, maka itu akan membinasakannya.'' (HR. Ahmad dengan sanad yang hasan)
3. Janganlah mujaharah (menceritakan dosa)
Rasulullah shalallahu alaihi wa salam bersabda, ''Semua umatku dimaafkan kecuali mujahirun (orang yang berterus terang). Termasuk mujaharah ialah seseorang yang melakukan suatu amal (keburukan) pada malam hari kemudian pada pagi harinya ia membeberkannya, padahal Allah telah menutupinya, ia berkata, 'Wahai fulan, tadi malam aku telah melakukan demikian dan demikian'. Pada maalm hari Tuhannya telah menutupi kesalahannya tetapi pada pagi harinya ia membuka tabir Allah yang menutupinya.'' (HR. Bukhari dan Muslim)
4. Taubat nasuha yang tulus
Rasulullah shalallahu alaihi wa salam bersabda, ''Allah lebih bergembira dengan taubat hamba-Nya tatkala bertaubat daripada seorang di antara kamu yang berada di atas kendaraannya di padang pasir yang tandus. Kemudian kendaraan itu hilang darinya, padahal di atas kendaraan itu terdapat makanan dan minumannya. Ia sedih kehilangan hal itu, lalu ia menuju pohon dan tidur di bawah naungannya dalam keaadaan bersedih terhadap kendaraannya. Saat ia dalam keadaan seperti itu, tiba-tiba kendaraannya muncul di dekatnya, lalu ia mengambil tali kendalinya. Kemudian ia berkata, karena sangat bergembira, 'Ya Allah Engkau adalah hambaku dan aku adalah Tuhanmu'. Ia salah ucap karena sangat bergembira''. (HR. Bukhari dan Muslim)
5. Jika dosa berulang, maka ulangilah bertaubat
Ali bin Abi Thalib radhiallahu anhu berkata, ''Sebaik-baik kalian adalah setiap orang yang diuji (dengan dosa) lagi bertaubat.'' ditanyakan, 'Jika ia mengulangi lagi?' Ia menjawab, 'Ia beristighfar kepada Allah dan bertaubat.' Ditanyakan, 'Jika ia kembali berbuat dosa?' Ia menjawab, 'Ia beristighfar kepada Allah dan bertaubat.' Ditanyakan, 'Sampai kapan?' Dia menjawab, 'Sampai setan berputus asa.'''
6. Jauhi faktor-faktor penyebab kemaksiatan
Orang yang bertaubat harus menjauhi situasi dan kondisi yang biasa ia temui pada saat melakukan kemaksiatan serta menjauh darinya secara keseluruhan dan sibuk dengan selainnya.
7. Senantiasa beristighfar
Saat-saat beristighfar:
a. Ketika melakukan dosa
b. Setelah melakukan ketaatan
c. Dalam dzikir-dzikir rutin harian
d. Senantiasa beristighfar setiap saat
Rasulullah shalallahu alaihi wa salam beristighfar kepada Allah dalam sehari lebih dari 70 kali (dalam hadits lain 100 kali).
8. Apakah anda berjanji kepada Allah untuk meninggalkan kemaksiatan?
Tidak ada bedanya antara orang yang berjanji kepada Allah (berupa nadzar atas tebusan dosa yang dilakukannya) dengan orang yang tidak melakukannya. Karena yang menyebabkan dirinya terjerumus ke dalam kemksiatan tidak lain hanyalah karena panggilan syahwat (hawa nafsu) lebih mendominasi dirinya daripada panggilan iman. Janji tersebut tidak dapat melakukan apa-apa dan tidak berguna.
9. Melakukan kebajikan setelah keburukan
Rasulullah shalallahu alaihi wa salam bersabda, ''Bertakwalah kepada Allah di mana saja kamu berada, dan iringilah keburukan dengan kebajikan maka kebajikan itu akan menghapus keburukan tersebut, serta perlakukanlah manusia dengan akhlak yang baik.'' (HR. Ahmad dan Tirmidzi. Tirmidzi menilai hadits ini hasan shahih))
10. Merealisasikan tauhid
Rasulullah shalallahu alaihi wa salam bersabda, ''Allah 'Azza wa Jalla berfirman, 'Barangsiapa yang melakukan kebajikan, maka ia mendapatkan pahala sepuluh kebajikan dan Aku tambah dan barangsiapa yang melakukan keburukan keburukan, maka balasannya satu keburukan yang sama, atau diampuni dosanya. Barangsiapa yang mendekat kepada-Ku sejengkal, maka Aku mendekat kepadanya sehasta dan barangsiapa yang mendekat kepada-ku sehasta, maka Aku mendekat kepadanya sedepa; barangsiapa yang datang kepada-ku dengan berjalan, maka Aku datang kepadanya dengan berlari. Barangsiapa yang menemui-Ku dengan dosa sepenuh bumi tanpa menyekutukan Aku dengan sesuatu apapun, maka Aku menemuinya dengan maghfirah yang sama.'' (HR. Muslim dan Ahmad)
11. Jangan berpisah dengan orang-orang yang baik
a. Persahabatan dengan orang-orang baik adalah amal shalih
b. Mencintai orang-orang shalih menyebabkan sesorang bersama mereka, walaupun ia tidak mencapai kedudukan mereka dalam amal
c. Manusia itu ada 3 golongan
i. Golongan yang membawa dirinya dengan kendali takwa dan mencegahnya dari kemaksiatan. Inilah golongan terbaik.
ii. Golongan yang melakukan kemaksiatan dalam keadaan takut dan menyesal. Ia merasa dirinya berada dalam bahaya yang besar, dan ia berharapa suatu hari dapat berpisah dari kemaksiatan tersebut.
iii. Golongan yang mencari kemaksiatan, bergembira dengannya dan menyesal karena kehilangan hal itu.
d. Penyesalan dan penderitaan karena melakukan kemaksiatan hanya dapat dipetik dari persahabatan yang baik
e. Tidak ada alasan untuk berpisah dengan orang-orang yang baik
12. Jangan tinggalkan da'wah
Said bin Jubair berkata, ''Sekiranya sesorang tidak boleh menyuruh kebajikan dan mencegah dari kemungkaran sehingga tidak ada dalam dirinya sesuatu (kesalahanpun), maka tidak ada seorangpun yang menyeru kepada kebajikan dan mencegah dari kemungkaran.'' Imam malik berkomentar, ''Ia benar. Siapakah yang pada dirinya tidak ada sesuatupun (kesalahan).''
13. Jangan cela orang lain karena perbuatan dosanya
Rasulullah shalallahu alaihi wa salam menceritakan kepada para shahabat bahwasanya seseorang berkata, ''Demi Allah, Allah tidak akan mengampuni si fulan.'' Allah swt berkata, ''Siapakah yang bersumpah atas nama-Ku bahwa Aku tidak mengampuni si fulan? Sesungguhnya Aku telah mengampuni dosanya dan Aku telah menghapus amalmu.'' (HR. Muslim).
Kontributor: Dewa Inskari Dewa.Putra@snsgroup.co.id
-----------
Disadur secara ringkas dari buku 13 Penawar Racun kemaksiatan (terjemahan dari kitab Sabiilun najah min syu'mil ma'shiyyah) karangan Muhammad bin Abdullah Ad-Duwaisy, terbitan Darul Haq, Jakarta.
Surat Buat Kaum Hawa
Hawa……
Sadarkah engkau! Sebelum datangnya sinar islam, kita di dzalimi, hak kita dicerobohi, kita ditanam hidup-hidup. Tiada penghormatan walau sekecil apapun oleh kaum adam. Tiada nilai di mata adam, kita hanya sebagai alat untuk memuaskan nafsu mereka. Tapi kini bila rahmat islam menyelubungi alam, bila sinar islam berkembang, derajat kita diangkat, marulah kita terperlihara, kita dihargai dan dipandang mulia dan mendapat tempat di sisi Allah, sehingga tiada sebaik perhiasan dunia, melainkan wanita shalihah.
Wahai Hawa…..
Kenapa engkau tidak menghargai nikmat iman dan islam itu? Kenapa mesti engkau kaku dalam mentaati ajaran-Nya? Kenapa masih segan mengamalkan isi kandungan al-qur’an dan kenapa masih was-was dalam mentaati perintah-Nya?
Wahai Hawa…..
Tangan yang mengguncang buaian boleh mengguncang dunia. Sadarkah hawa….kamu dapat mengguncang dunia dengan melahirkan manusia-manusia yang salih dan shalihah. Engkau bisa menggetarkan dunia dengan menjadi istri yang taat serta memberi dorongan dan sokongan pada suami yang sejati dalam menegakkan islam di muka dunia.
Tapi Hawa…..
Jangan sesekali engkau mengguncang keimanan lelaki dengan lembut tuturmu dan dengan ayu wahajmu, dengan lenggok tubuhmu. Jangan engkau menghentakkan kakimu untuk menyatakan kehadiranmu.
Jangan Hawa…..
Jangan sesekali menarik perhatian kaum adam yang bukan suamimu sendiri, karena aku khawatir itu mengundang kemurkaan dan kebencian Allah, tetapi memberi kebahagiaan pada syetan, karena wanita adalah jala setan, alat yang dieksplotasi oleh syetan dalam menyesatkan adam.
Hawa…..
Andai engkau masih remaja, jadilah anak yang shalihah buat kedua ibu bapakmu, andai engkau seorang istri, jadilah istri yang meringankan beban suami, andai engkau seorang ibu, didiklah anakmu sampai tak gentar memperjuangkan “ISLAM”.
Hawa…..
Andai engkau belum menikah, jangan kau risau akan jodohmu, ingatlah hawa akan janji Tuhan kita..”wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik”. Jangan menggadaikan kehormatanmu hanya semata-mata untuk seorang lelaki. Jangan memakai pakaian yang menampakkan sosok tubuhmu hanya untuk menarik perhatian dan memikat kaum laki-laki, karena kau tidak memikat hatinya, tapi merangsang nafsunya…..
Hawa…..
Jangan kau memulakan pertemuan dengan lelaki yang bukan mahrommu, karena aku khawatir dari mata turun ke hati, dari senyuman membawa ke salam, dari salam cenderung kepada pertemuan dan dari pertemuan…..takut akhirnya nafsu kejahatan yang menguasai diri..
Hawa…..
Lelaki yang baik tidak melihat paras rupa, lelaki yang shalih tidak memilih wanita melalui keseksiannya, lelaki yang wara tidak menilai wanita dari keayuannya, kemanjaannya, serta kemampuannya mengguncang iman mereka.
Tetapi Hawa…..
Lelaki yang baik akan menilai wanita melalui akhlaknya, pribadinya dan keimanannya, lelaki yang baik tidak menginginkan sebuah pertemuan dengan wanita yang bukan mahramnya, karena dia takut memberi kesempatan pada syetan untuk menggodanya, lelaki yang wara tidak mau bermain cinta, sebab dia tahu apa tujuan dalam sebuah hubungan antara laki-laki dan wanita, yaitu “pernikahan”.
Oleh itu Hawa…..
Jaga pandanganmu, jagalah pakaianmu, jagalah akhlakmu, kuatkan pendirianmu. Andai kata ditakdirkan tiada cinta dari dalam untukmu, cukuplah hanya cinta Allah yang menyinari dan memenuhi jiwamu. Biarlah hanya cinta kedua ibu bapakmu yang memberi kehangatan dan kebahagiaan buat dirimu. Cukuplah sekedar cinta adik kakak serta keluarga yang akan membahagiakan dirimu.
Hawa…..
Cintailah Allah Ta’aladi kala susah dan senang, karena kau akan memperoleh cinta dari insan yang mencintai Allah. Cintailah ibu bapakmu, karena kau akan memperoleh keridhoan Allah. Cintailah keluarga, karena tiada cinta semurni cinta keluarga.
Hawa…..
Ingatanku yang terakhir, biarlah tangan yang mengguncang buaian ini dapat mengguncang dunia dalam mencapai keridhoan Ilahi…..jangan sesekali tangan ini juga mengguncang keimanan kaum adam…..
Suatu saat ada yang harus pergi, Suatu saat ada yang harus datang.
Mungkin yang pergi tak akan kembali, dan mungkin yang datang hanya sebentar.
Kontributor : Ervi Yusria Ervi.Yusria@snsgroup.co.id
------------
Nasihat Untuk Wanita
Saudariku yang mengaku dirinya muslimat,…..
Berpegang teguhlah pada perintah Allah Ta’ala, Utamakanlah ridha-Nya daripada ridha selain-Nya. Penuhilah hati ini dengan rasa cinta kepada-Nya dan senantiasa berdzikir kepada-Nya tanpa rasa jemu, sehingga dzikrullah itu seakan menjadi senandung yang merdu. Jadikanlah lidah ini tidak pernah merasa lelah untuk memuji-Nya, hingga bisa menemukan kenikmatan serta kelezatan iman. Kita harus bisa menerima semua perintah Allah Ta’ala dengan senang hati dan menjalankan hukum-hukum-Nya dengan rasa cinta kepada-Nya. Karena itu Allah Ta’ala tidak akan membiarkan kita, bahkan menolong dan membantunya dengan kekuatan-Nya. Dia juga memberikan kemuliaan kepada kita.
Saudariku…..
Manusia di dunia ini selalu berlomba meningkatkan kekuatan dan jumlah hartanya, hingga dia menjadi orang terkuat di antara sesamanya dalam bidang kekuasaan, paling manis tutur katanya, paling kuat dalih-dalihnya dan paling banyak pendukungnya serta merasa ridak membutuhkan orang lain. Namun disaat zaman sudah berubah dan disaat dia mengalami musibah, ia bagaikan anak kecil yang mencari bapaknya, merengek-rengek mencari bantuan dan belas kasihan orang lain.
Sesungguhnya manusia itu bagaikan binatang, apabila ia tidak berpegang teguh pada hokum-hukum Allah Ta’ala, dan tidak mengadakan hubungan dengan Allah Ta’ala serta tidak mengharap bertemu dengan-Nya. Hawa nafsunya dituruti, sibuk terhadap dirinya sendiri dan tidak memberikan manfaat kepada orang lain. Berbeda dengan muslim yang benar dan jujur. Dia berangkat dari ajaran2 islam, senang melihat manusia yang berada dalam kebaikan, dan selalu diulurkan tangannya untuk menolong orang lain. Ia pun benci apabila apabila manusia berada dalam kenistaan dan kebodohan.
Ukhti…..
Diantara keistimewahan seorang muslim dan muslimat adalah hatinya yang selalu bergantung kepada Allah Ta’ala, menerapkan syariat-syariat-Nya, serta menjalankan segala perintah-Nya.
Kesejukan jiwa dan ketenangan hati bisa dilihat oleh mereka yang senantiasa tegar dalam menghadapi berbagai masalah, dan tidak terburu-buru dalam meraih apa yang ia cintai, seperti yang difirmankan-Nya:
“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu, Allah Ta’ala mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui”. Hamba-hamba-Nya yang mukmin tidak pernah terpesona dengan kemewahan hidup di dunia, namun tidak pula meninggalkan bagiannya yang ada di dalamnya. “Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah Ta’ala kepadamu (kebahgiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) dunia”
Ketahuilah Ukhti,…….
Dunia ini sangat singkat usianya, karena itulah manusia tidak berhak marah dan emosi hanya karena urusan dunia, apalagi sampai menyebabkan ia terlena dalam mencari kenikmatan yang ada di dalamnya. Sekali lagi ketahuilah ukhti….dunia itu sangat rendah nilainya bila dibandingkan dengan negeri akhirat, negeri abadi tempat putusan akhir setiap amal manusia, negeri tempat menerima nikmat abadi dari Allah Ta’ala. Keindahannya belum pernah dilihat oleh mata dan belum pula didengar oleh telinga. Tiada kedengkian di dalamnya. Ia hanya diwariskan kepada mereka yang beriman dan berakwa.
Saudariku…..
Dengan mengingat mati, pahitnya dunia menjadi manis. Dengan demikian kita tidak tertipu karenanya. Kadangkala di pagi hari manusia menjadi takut kalau-kalau tidak bisa hidup di sore hari, dan pada waktu sore hari takut kalau tidak bisa hidup di pagi hari. Tatkala bencana hilang darinya, maka beralihlah ketakutannya kepada yang lainnya, seperti takut kehilangan sanak saudara, kematian teman-teman sejawat, atau ketika merasakan suatu penyakit. Manusia seperti ini hatinya sering berdebar. Disaat-saat seperti itu tergambarlah dihadapannya bayangan maut yang mengintai. Dia terkejut dan takut sehingga menambah rasa sakit dan kegundahan hati, seakan-akan rasa takut itu sebagai penolak datangnya maut atau sebagai tempat pelarian.
Begitu lemahnya manusia, begitu kerdilnya dan alangkah pendek umurnya. Namun sering tatkala masih muda dan segar, manusia menyadari bahwa umur dan kekuatan yang di banggakannya kelak akan sirna. Badan yang gagah atau semampai akan menjadi bungkuk dan wajahnya akan berkerut. Semangatnya akan turun dan aktivitasnya pun berkurang.
Anda mungkin pernah melihat seorang yang kaya yang tinggal di istana megah, mengendarai mobil mewah dan rumahnya dialasi permadani yang indah. Namun roda terus berputar, tiba2 ia tinggal di tempat yang lebih buruk dari istananya dahulu, berkendaraan dengan apa yang dulu dihinanya, berpakaian dengan pakaian yang dulu enggan dipakainya, dan kini ia makan dengan apa yang dulu baginya makanan yang menjijikan.
Wahai Saudariku…..
Sesungguhnya kelezatan dan keindahan hidup, ketinggian dan kesempurnaannya tidak lain hanya dengan taat kepada Allah Ta’ala dengan istiqomah terhadap perintah-Nya dan berjalan di jalan-Nya. Insya Allah Ta’ala manusia2 begini hidupnya senantiasa bahagia, tenang, tidak bersedih hati, memaafkan orang yang menzaliminya, mengampuni kesalahan orang yang jahat kepada dirinya, belas kasih dan hormat kepada orang lain. Dia tidak merasa berat dalam membantu kebutuhan orang lain, dan sepenanggungan dalam suka dan duka. Dia tidak berlebih2an dalam menjalankan perintah Allah Ta’ala, baik yang kecil maupun yang besar, bahkan menjadikan setiap amal perbuatan agar dapat mendekatkan diri pada-Nya. Ketika menjumpai musibah, ia hadapi dengan kesabaran dan penuh dengan kerelaan hati, dan tatkala maut dating menjemput, dilihatnya bahwa itu adalah akhir dari perjuangannya di dunia serta merupakan perjalanan menuju negeri yang abadi.
Kontributor: Agus Cahyana Agus.Cahyana@snsgroup.co.id
-----------
RENUNGAN PARA WANITA
Jangankan lelaki biasa, Nabi pun terasa sunyi tanpa wanita. Tanpa mereka, hati, fikiran, perasaan lelaki akan resah. Masih mencari walaupun sudah ada segala-galanya. Apalagi yang tidak ada di syurga, namun Nabi Adam ‘Alaihis salam tetap merindukan siti hawa.
Kepada wanitalah lelaki memanggil ibu, istri atau puteri. Dijadikan mereka dari tulang rusuk yang bengkok untuk diluruskan oleh lelaki, tetapi kalau
lelaki sendiri yang tidak lurus, tidak mungkin mampu hendak meluruskan mereka.
Tak logis kayu yang bengkok menghasilkan bayang-bayang yang lurus. Luruskanlah wanita dengan cara petunjuk Allah, karena mereka diciptakan begitu rupa oleh mereka. Didiklah mereka dengan panduan dariNya:
JANGAN COBA JINAKKAN MEREKA DENGAN HARTA, NANTI MEREKA SEMAKIN LIAR, JANGAN HIBURKAN MEREKA DENGAN KECANTIKAN, NANTI MEREKA SEMAKIN MENDERITA,
Yang sementara itu tidak akan menyelesaikan masalah, Kenalkan mereka kepada Allah, zat yang kekal, disitulah kuncinya.
AKAL SETIPIS RAMBUTNYA, TEBALKAN DENGAN ILMU, HATI SERAPUH KACA, KUATKAN DENGAN IMAN, PERASAAN SELEMBUT SUTERA, HIASILAH DENGAN AKHLAK .
Suburkanlah karena dari situlah nanti mereka akan nampak penilaian dan keadilan Allah. Akan terhibur dan berbahagialah mereka, walaupun tidak jadi ratu cantik dunia, presiden ataupun perdana menteri negara atau women gladiator. Bisikkan ke telinga mereka bahwa kelembutan bukan suatu kelemahan. Itu bukan diskriminasi Allah Ta’ala. Sebaliknya disitulah kasih sayang Allah Ta’ala, karena rahim wanita yang lembut itulah yang mengandungkan lelaki2 wajah: negarawan, karyawan, jutawan dan wan-wan lain.
Tidak akan lahir superman tanpa superwoman. Wanita yang lupa hakikat kejadiannya, pasti tidak terhibur dan tidak menghiburkan.
Tanpa ilmu, iman dan akhlak, mereka bukan saja tidak bisa diluruskan, bahkan mereka pula membengkokkan.
LEBIH BANYAK LELAKI YANG DIRUSAKKAN OLEH PEREMPUAN DARIPADA PEREMPUAN YANG DIRUSAKKAN OLEH LELAKI. SEBODOH-BODOH PEREMPUAN PUN BISA MENUNDUKKAN SEPANDAI-PANDAI LELAKI.
Itulah akibatnya apabila wanita tidak kenal Allah Ta’ala. Mereka tidak akan kenal diri mereka sendiri, apalagi mengenal lelaki. Kini bukan saja banyak boss telah kehilangan secretary, bahkan anakpun akan kehilangan ibu, suami kehilangan istri dan bapa akan kehilangan puteri.
Bila wanita durhaka dunia akan huru-hara. Bila tulang rusuk patah, rusaklah jantung, hati dan limpa. Para lelaki pula jangan hanya mengharap ketaatan tetapi binalah kepemimpinan.
Pastikan sebelum memimpin wanita menuju Allah PIMPINLAH DIRI SENDIRI DAHULU KEPADA-NYA. jinakkan diri dengan Allah, niscaya jinaklah segala-galanya dibawah pimpinan kita.
JANGAN MENGHARAP ISTRI SEPERTI SITI FATIMAH, KALAU PRIBADI BELUM LAGI SEPERTI SAYIDINA ALI
Kontributor: Agus Cahyana Agus.Cahyana@snsgroup.co.id
-----------
Ayat-Ayat Positif
“Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu,dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-KU sangat pedih.” (QS Ibrahim : ayat 7 ).
“Wahai orang-orang yang beriman,bersabarlah, kuatkanlah kesabaran kalian dan bersatulah. Bertakwalah kepada Allah supaya kalian beruntung.” (QS. Ali Imran : ayat 200).
“Jadilah engkau pemaaf, serulah orang-orang mengerjakan kabaikan dan berpalinglah dari pada orang-orang yang bodoh.” (QS. Al-A’raf: ayat 199).
Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam bersabda: “Sesungguhnya orang paling aku cintai dari kalian adalah yang paling baik akhlaknya, yang selalu merangkul ketika berjalan (menjaga persaudaraan) dan menyenangi dan disenangi. Orang yang paling aku benci dari kalian adalah yang suka mengadu domba, yang memisahkan antara orang yang saling mengasihi dan mencari-cari aib orang yang bersih.” (Shahih Bukhari)
Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam bersabda: “Senyum itu adalah sedekah bagi kamu”. (Shahih Bukhari)
Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam bersabda: “Membuang duri dari jalan adalah kebajikan.” (Shahih Bukhari)
Kontributor: Budi Wijanarko Budi.Wijanarko@snsgroup.co.id
-----------
“Wahai orang-orang yang beriman,bersabarlah, kuatkanlah kesabaran kalian dan bersatulah. Bertakwalah kepada Allah supaya kalian beruntung.” (QS. Ali Imran : ayat 200).
“Jadilah engkau pemaaf, serulah orang-orang mengerjakan kabaikan dan berpalinglah dari pada orang-orang yang bodoh.” (QS. Al-A’raf: ayat 199).
Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam bersabda: “Sesungguhnya orang paling aku cintai dari kalian adalah yang paling baik akhlaknya, yang selalu merangkul ketika berjalan (menjaga persaudaraan) dan menyenangi dan disenangi. Orang yang paling aku benci dari kalian adalah yang suka mengadu domba, yang memisahkan antara orang yang saling mengasihi dan mencari-cari aib orang yang bersih.” (Shahih Bukhari)
Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam bersabda: “Senyum itu adalah sedekah bagi kamu”. (Shahih Bukhari)
Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam bersabda: “Membuang duri dari jalan adalah kebajikan.” (Shahih Bukhari)
Kontributor: Budi Wijanarko Budi.Wijanarko@snsgroup.co.id
-----------
Langganan:
Postingan (Atom)